oleh

Transformasi Pendidikan Integratif Berbasis Pesantren Di tengah Pandemi Corona Virus (Covid-19)

-Warta ISNU-40 views

Pandemi Coronavirus atau Covid-19 yang menjadi wabah bagi manusia disetiap wilayah tanah air tidak mengendorkan semangat M. Yusuf Aminuddin, sebagai kader Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama’ (PC. ISNU Cabang Tuban) ini untuk meraih gelar Doktoral di bidang Manajemen Pendidikan Islam pada Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Tulungagung (IAIN Tulungagung).

Di usianya yang masih cukup muda 30 Tahun, dia mampu menyelesaikan pendidikan doktoral yang cukup singkat ini, melalui sidang terbuka yang dilaksanakan oleh Pimpinan Sidang dan Segenap Dewan Penguji pada Rabu 29 Juli 2020 Promovendus mengambil tema Penelitian Disertasi yang berjudul “Strategi Pengembangan Pendidikan Integratif-Transformatif”. Penelitian ini berawal dari sebuah fenomena besar dalam pendidikan yaitu merosotnya nilai-nilai moral generasi bangsa. Pendidikan idealnya memiliki pengaruh output besar pada peningkatan mutu SDM, bukan mengalami pergeseran nilai-nilai pragmatisme, materealisme, hedonisme, dan nilai sekularisme. Fenomena yang telah menimpa dalam kehidupan manusia mengakibatkan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim harus menghadapi implikasinya. Implikasi tersebut tidak hanya memberikan sebuah kemudahan bagi manusia atau berimplikasi positif. Namun juga memberikan implikasi negatif yang berdampak buruk bagi manusia. Salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh globalisasi merupakan degradasi moral yang melanda generasi bangsa di berbagai segmen kehidupan masyarakat, tidak terkecuali para generasi muda. Implikasi dari pengaruh globalisasi ini perlu penanganan khusus oleh stakeholders dalam meningkatkan mutu sumber daya agar menghasilkan output yang unggul dan kompeten dan menguasai berbagai disiplin IPTEK serta pencapaian iman dan taqwa yang tinggi.

Ditengah minimnya moralitas dan karakter SDM pada setiap lini output pendidikan, menggugah promovendus untuk melakukan kajian lebih mendalam tentang konsep dan pengembangan pendidikan yang terjadi di Jawa Timur khususnya. Strategi pengembangan pendidikan Integratif-Transformatif sangat layak digunakan sebagai model revitalisasi atau pengembangan konsep pendidikan agar lebih baik lagi. Mengacu dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia dengan nomor 20 Tahun 2003 yang mengatur tentang Sisdiknas Pasal 01, diperlukan perbaikan atas fenomena pendidikan di Indonesia, diantaranya yaitu memberikan penanaman nilai spiritual (Islam) pada setiap jenjang pendidikan agar membentuk karakter dan kepribadian yang baik dilingkungannya. Maka dari itu, perlu menyediakan lembaga pendidikan yang memberikan nilai-nilai integrasi kurikulum agama dan penambahan alokasi jam belajar, serta mengimplementasikan nilai ke-Islaman dalam setiap mata pelajaran merupakan sebuah alternatif solusi. Sebagai bentuk Ijtihad promovendus dalam melakukan kajian mendalam ini, maka ada beberapa solusi alternatif sebagai bagian transformasi pendidikan yang integratif bernuansa pesantren, sehingga lembaga pendidikan umum atau madrasah sudah sepatutnya mendirikan sebuah asrama, pesantren atau boarding school sebagai pembelajaran lebih continue.

Melalui temuan penelitian ini bahwa dalam rangka pengembangan pendidikan yang integratif-transformatif dibutuhkan adanya sebuah strategi pengembangan kurikulum integratif-transformatif, strategi pengembangan SDM integratif-transformatif dan strategi pengembangan sarana prasarana integratif-transformatif, sebagai solusi alternatif atas fenomena pendidikan yang menjadi implikasi negatif bagi generasi muda di atas.

Pertama, strategi pengembangan kurikulum integratif-transformatif, strategi yang dilakukan adalah 1) mengintregasikan kurikulum sekolah ke dalam kurikulum pesantren. 2) mengintegrasikan kurikulum pesantren ke dalam kurikulum sekolah. Maka pengembangan kurikulum ini akan menghasilkan pengembangan pendidikan integratif-transformatif pesantren dan sekolah dengan output yang berkompeten atau bahasa lainnya kurikulum berbasis pesantren dan kurikulum berbasis sekolah

Kedua, Strategi pengembangan SDM integratif-transformatif telah melakukan upaya persiapan input dan pengembangan SDM sebagai berikut: (1) Pesantrenisasi SDM sekolah, yaitu mempersiapkan input dan pengembangan SDM dari pesantren untuk mengajar di sekolah. Maka, guru yang dari pesantren, tidak hanya sekedar mengetahui tentang ilmu agama saja, akan tetapi juga mengetahui ilmu umum. Karena Al-Quran tidak hanya meretaskan ilmu agama saja, akan tetapi Al-Quran itu bisa meretaskan ilmu-ilmu lainnya; (2) Sekolahisasi SDM pesantren, yaitu mempersiapkan input dan pengembangan SDM dari sekolah untuk mengajar di

pesantren, yaitu: guru harus bisa membaca kitab kuning, mampu membaca Al-Quran dengan lancar dan tartil, menguasai ilmu nahwu/shorof dan sebagainya.

Ketiga, Strategi pengembangan sarana prasarana integratif-transformatif dapat diwujudkan dengan menggunakan laboratorium integratif sebagai penunjang pembelajaran, yang meliputi: 1). Laboratorium pendidikan integratif; 2). Laboratorium Integratif Bahasa; 3) Laboratorium pendidikan bi’ah lughowiyah (lingkungan berbahasa) yang integratif; dan 4) Laboratorium Keagamaan atau Masjid yang Integratif. Implikasinya setiap hari dilaksanakan dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan pesantren, sehingga menjadi sarana belajar yang integratif-transformatif serta menunjang budaya pembelajaran peserta didik.

Melalui berbagai strategi pengembangan pendidikan integratif-transformatif di atas, semoga dapat memberikan kontribusi yang positif dalam perbaikan fenomena pendidikan di Jawa Timur umumnya dan Tuban Khususnya, dan mampu menghasilkan output peserta didik yang kompeten dalam bidang agama, umum dan teknologi serta pemahaman yang obsolut, apalagi di musim pandemi seperti ini pesantrenisasi sekolah atau madrasah dan sebaliknya merupakan alternatif bagi pengeleolaan lembaga pendidikan supaya terus berjalan menuju New Normall. Tutur Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) IAI Al Hikmah Tuban ini yang juga mendapat kesempatan meraih beasiswa 5000 Doktor yang telah dibiayai oleh Kementerian Agama di IAIN Tulungagung ini.

Tuban, 29 Juli 2020

Dr. M. Yusuf Aminuddin, M.Pd.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed