oleh

Angkatan Pertama MKNU PW ISNU Jawa Timur di Ponpes Sunan Drajat Lamongan

Tonggak sejarah diukir di Ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan. Di Pesantren yang diasuh oleh Prof. Dr. (HC). KH. Abdul Ghofur ini, Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur mengadakan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama’ (MKNU) angkatan pertama, tepatnya tanggal 13-15 September 2019.

Peserta terdiri dari delegasi Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) tiap kabupaten di Jawa Timur. Mulai dari regional Madura Raya, Malang Raya, Tapal Kuda, Matraman dan Pantura.

Madrasah Kader NU (MKNU) adalah kaderisasi lanjutan setelah mengikuti Pelatihan Kader Penggerak NU (PKPNU). Jika PKPNU adalah pengkaderan yang dlakukan untuk memperkuat basis ideologi dan gerakan kader NU di segala tingkatan dalam satu forum, maka MKNU diperuntukkan pada kader NU secara spesifik di tiap internal pengurus NU maupun internal banom NU. Karena kondisi hari ini, jumlah warga NU yang sangat banyak secara kuantitas, dalam kondisi ‘bak buih dalam lautan’, mudah diombang-ambingkan kesana kemari. Dengan kata lain, adanya PKPNU dan MKNU ini memiliki tujuan memahamkan dan megorganisasikan kdmbali para jama’ah NU akan orientasi ideologi, tradisi keislaman, kebangsaan dan gerakannya.

MKNU ini terasa istimewa, karena dihadiri secara langsung oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, Ketua PP ISNU Dr. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum. dan ketua PW ISNU Jatim Prof. Mas’ud Said, Ph.D.

Ketua PP ISNU yang akrab disapa Cak Ali ini menyampaikan, “NU memiliki modal sosial yang besar sekaligus juga tantangan yang besar.” Modal tersebut yaitu Warga NU adalah yang terbanyak dalam kuantitas, memiliki modal sejarah kontribusi yang tidak kecil dalam pendirian NKRI, dan Memiliki paham Aswaja yang dipegang dan digigit dengan gigi geraham oleh para penganutnya. Tetapi di sisi lain, warga NU juga mudah diombang-ambingkan kesana kemari oleh berbagai kepentingan politik, dimana penyebabnya tiada lain adalah rendahnya taraf ekonomi warganya.

Dalam kesempatan lain, KH. Marzuki berkali-kali mengatakan, “jangan keluar dari NU!”. Beliau menjelaskan bahwa saat ini banyak adu domba yang dialamatkan pada warga NU dan mengakibatkan orang NU tidak suka dengan organisasi NU. Tambah Kyai Marzuki, kita harus yakin, bahwa para ulama’ NU tidak akan bersepakat untuk hal yang tidak baik. Segala hasil Munas, Konbes maupun Mu’tamar, harus dipatuhi dan dijadikan pegangan oleh warga NU.

Materi MKNU PW ISNU Jatim ini meliputi empat materi pokok dan tiga materi pendalaman. Kemudian, Review materi MKNU oleh Ketua PP ISNU, dilanjutkan dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan ditutup dengan pembaiatan dan muhasabah. Terakhir, untaian do’a dari KH. Abdul Ghofur melengkapi segala rangkaian MKNU dari awal sampai akhir.

Pimpinan Cabang ISNU Tuban mengirimkan delegasi sebanyak 5 orang. Mereka berpartisipasi aktif selama pengkaderan dan nantinya memiliki tanggung jawab untuk mendeseminasikan poin-poin MKNU dan rencana tindak lanjutnya kepada kader-kader ISNU di Kabupaten Tuban.

(Rf).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed